15 Pahlawan Nasional Dari Sumatra Barat

15 Pahlawan Nasional Dari Sumatra Barat

“Pahlawan saat ini, adalah siapapun anak bangsa yang berkontribusi untuk menjaga keutuhan NKRI,” kata Tito. Sedangkan menurut Arief Poyuono jika elite politik dan pemerintah berkomitmen dengan janjinya menjalankan pemerintahan maka dengan sendirinya tidak akan ada hoax. Arief masih percaya bahwa masyarakat tidak akan mempan dipengaruhi hoax.

Setiap orang, terutama generasi muda, harus membekali dirinya dengan kecerdasan, inovasi dan kreatifitas. Kalau mereka nggak memiliki itu semua, mereka akan tergilas dengan sendirinya oleh perkembangan jaman. Tapi, semuanya itu juga tetap harus diimbangi dengan sifat toleransi dalam keberagaman negeri. Adapun TP2GP adalah tim yang bertugas memberikan pertimbangan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial dalam meneliti dan mengkaji usulan pemberian gelar. TP2GP dibentuk dan ditetapkan oleh menteri dan bersifat independen. Tim ini beranggotakan paling banyak tiga belas orang yang terdiri atas unsur praktisi, akademisi, pakar, sejarawan, dan instansi terkait.

Masjkur bergerilya, ke timur, sampai Ponorogo, Trenggalek (Kec. Gandusari, Kec. Dongko, Kawedanan Panggul), bergabung dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Pertemuan itu sering dilukiskan sebagai pertemuan dua panglima, Masjkur sebagai panglima Hizbullah/Sabilillah, dan Soedirman sebagai Panglima TNI. Menjelang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Masjkur diangkat menjadi anggota Dokuritsyu Junbi Iin Kai .

Menjadi seorang pejuang dalam kehidupan

Dari situlah hingga hari ini nama RA Kartini selalu dikenang oleh para wanita di Indonesia. Dari perjuangannya itu, Kartini juga memiliki sifat yang patut kamu teladani untuk dapat menjadi Kartini masa kini. Pertama tidak terkait dengan jabatan, serta memiliki makna yang jauh lebih luas dari pada mendapat sebuah penghargaan. Makna lain untuk memahami pahlawan adalah mereka yang selalu memperhatikan orang lain, berpikir yang terbaik, serta membuat perbedaan. Ratusan ribu nyawa melayang kala itu, demi mempertahankan satu harga yang tak bernilai, harga diri bangsa. Pertempuran pertama setelah kemerdekaan, di Surabaya, yang juga merupakan pertempuran paling dahsyat yang pernah terjadi sepanjang sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Tantangan kebhinekaan sekarang ini sangat rentan akan terkikis, khususnya generasi sekarang tidak lepas dengan adanya tekhnologi dan media sosial. Tidak sedikit pengaruh media sosial yang berasal dari setiap generasi milenial ini membangun pemikiran- pemikiran yang cenderung ekstrim dan salah kaprah. Berarti jika kita melanggar peraturan berarti kita tidak cinta tanah air. Negara kita harus terus membangun agar lebih maju dan kehidupan rakyatnya lebih baik. Bila kita ingin mencintai tanah air, maka kita harus ikut serta dalam pembangunan. Ikut serta dalam pembangunan bisa diwujudkan dengan taat membayar pajak, menjadi pegawai yang baik, dan sebagainya.

Pembantaian pun masih terjadi di Kas-ki-yeh, Geronimo mengumpulkan 200 orang dan kembali memburu pasukan Carrasco yang telah membunuh keluarganya. Selama masa itu, Geronimo tetap menentang pemerintah Meksiko yang pernah menewaskan keluarganya dan menindas hak dan kehidupan suku Apache. Seperti mempertahankan kemerdekaan dengan belajar tekun, meraih prestasi di bidang yang diminati, menolong teman yang sedang kesusahan, dan membiasakan untuk mengucapkan terima kasih, maaf, serta tolong kepada orang lain. Ini sebabnya para pahlawan tergerak untuk melawan penjajah ketika sesamanya diperlakukan tidak adil. Claude T. Bissell mengajarkan kita agar selalu ingat untuk memulai hari Anda dengan sikap semangat, penuh antusias, serta dengan pikiran yang positif dalam menyambut tantangan hidup.

Semangat kepahlawanan ini dapat dimulai dari pola pikir dan psychological kita agar senantiasa terus bergerak dan optimis dalam mencapai visi kehidupan kita dengan penuh integritas. Karena itu, semangat kepahlawanan menjadi motivasi dan inspirasi agar kita terus berpikir dan melakukan hal-hal yang positif serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Baik TP2GD maupun TP2GP bertugas melakukan penelitian dan kajian terhadap calon yang diusulkan sebagai pahlawan nasional melalui sarasehan, seminar, dan diskusi. Kemudian, hasil penelitian dan pengkajian yang dilakukan oleh TP2GD disampaikan kepada kepala daerah gubernur, bupati, atau wali kota. Sementara, hasil TP2GP disampaikan kepada menteri sebagai bahan pertimbangan untuk menerbitkan rekomendasi.

Comments are closed.