Ppkm Level Three Di Kabupaten Jombang Diperpanjang, Resepsi Pernikahan Diizinkan

Ppkm Level Three Di Kabupaten Jombang Diperpanjang, Resepsi Pernikahan Diizinkan

Restoran, rumah makan, warung, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka sampai pukul 20.00 waktu setempat. Pengunjung tempat makam maksimal three orang dengan durasi makan untuk setiap pengunjung dibatasi 30 menit. Sedangkan rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas 50% dan menerima makan dibawa pulang/ delivery/take away dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” jelas Tito.

PPKM Level 3

Sedangkan untuk satuan pendidikan jenjang PAUD jumlah pesertanya lebih sedikit dibanding SD dan SMP yaitu 33 persen. DItambah mengatur jarak aman 1.5 meter, dan maksimal lima peserta didik per kelas. Proses kegiatan belajar tatap muka terbatas di Kabupaten Tuban telah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Kabar baik tersebut tertuang dalam surat yang dikeluarkan DInas Pendidikan pada tanggal 18 Agustus 2021 tentang Pembelajaran Pada Masa PPKM Level three Covid-19. Pada stage zero, wilayah memiliki kapasitas respons sistem kesehatan terhitung memadai dan tidak ditemukan kasus COVID-19 sama sekali.

Selain itu, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan ditutup sementara. “Dikecualikan fasilitas olahraga di ruang terbuka, diizinkan dibuka dengan kapasitas 25 persen,” imbuh Basuki. Aktivitas konstruksi atau pembangunan masih berjalan sesuai agenda dan masih sesuai dengan aturan dari PPKM darurat Jawa-Bali ini. Pemerintah memang telah menetapkan bahwa aktivitas konstruksi dapat terus berjalan dengan lebih ketat menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya akan menguji coba terlebih dahulu dengan pembatasan pengunjung maksimal 25 persen sesuai arahan Wali Kota Semarang dengan penbatasan jam operasional maksimal pukul 20.00 WIB.

Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam, Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasi sampai pukul 15.00 waktu setempat. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. “Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum warung makan/warteg, pedagang kaki lima lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, hand sanitizer, yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah. 1) warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan ditempat tiga orang dan waktu makan maksimal 20 menit. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 25 persen) dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit.

Level ini ditetapkan berdasarkan asesmen degree situasi pandemi, yang merupakan indikator untuk mengetatkan dan melonggarkan upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah tetap diberlakukan dengan mengaktifkan Posko-Posko di setiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah. Bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup.

Comments are closed.