Skandal Doping, Timnas Rusia Dilarang Tampil Di Piala Dunia 2022

Skandal Doping, Timnas Rusia Dilarang Tampil Di Piala Dunia 2022

Pengurangan hukum dinilai menjadi pembenaran atas tindakan perusakan sampel penggunaan doping dalam olahraga. Jika ingin tetap tampil maka atlet Rusia diwajibkan menggunakan nama netral. “Panel ini memberlakukan hukuman guna memperlihatkan bagaimana efek akibat ketidakpatuhan negara sangat serius,” demikian CAS dalam pernyataannya.

Negara ini akhirnya dilarang tampil dalam kegiatan olahraga kelas dunia, selama empat tahun. Selama bertahun-tahun, Vladimir Putin akan mentransfer sejumlah uang ke rekening dewan IOC bila ada atlit Rusia yang tertangkap menggunakan doping. Dapat dikatakan bahwa Putin punya andil besar dalam ajang olahraga terbesar dunia ini.

Namun, keputusan para atlet Rusia ini tidak menyenangkan semua pihak. Bendera tim ROC merupakan sebuah api olimpiade berwarna biru-putih-merah yang diletakkan di atas lima cincin Olimpiade. Seragam tim diperbolehkan mengandung kata “Rusia”, tetapi hanya boleh diikuti oleh kata-kata “atlet netral” demi memperjelas bahwa mereka bukan mewakili Rusia.

Selain itu, setiap atlet yang tampil di Olimpiade Tokyo harus menunjukkan bukti bahwa mereka tak terkait dengan skandal doping tersebut. Hal tersebut terjadi akibat regulasi tak mengizinkan partisipasi para atlet Rusia di Olimpiade menyusul skandal doping. Saat itu WADA mendapat laporan adanya doping massal yang dilakukan atlet Rusia.

Sehari menjelang pembukaan, Google memasang brand khusus di laman utamanya . Mereka menampilkan enam cabang olahraga dengan warna latar yang berbeda-beda. Jika brand itu diklik, Google segera menampilkan sejumlah hasil pencarianberkaitan dengan Olimpiade Sochi. Nike mengaku terkejut dan sedih mendengar kabar Maria Sharapova gagal tes doping di Australia Terbuka 2016. Nike sudah memutuskan menangguhkan kontrak sponsor dengan Maria Sharapova setelah pengumuman gagal tes doping. CAS, yang berbasis di Lausanne, Swiss, mengatakan sanksi tersebut juga membuat Rusia tak berhak menjadi tuan rumah atau mengajukan diri menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga.

Termasuk pejabat Rusia yang merusak data yang diberikan oleh Badan Anti-Doping Rusia. Komite Olimpiade Rusia menyusun ulang daftar 335 atlet yang akan bertanding ke Tokyo di bawah bendera netral dan lagu kebangsaan. Perenang AS Ryan Murphy memamerkan medali perak nomor 20 meter gaya punggung putra, bersama peraih emas Evgeny Rylov dari Rusia dan Luke Greenbank dari Inggris Raya yang meraih perunggu.

Rusia pun dihukum dengan dibekukan dari berbagai kegiatan olahraga, termasuk larangan mengikuti kejuaraan Olimpiade Tokyo dan Piala Dunia 2022 di Qatar. Lifter Filipina, Hidilyn Diaz, mengukir sejarah dengan mempersembahkan medali emas Olimpiade perdana untuk negaranya. Meskipun demikian, atlet-atlet asal Rusia masih mendapatkan izin untuk tampil pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, tetapi dengan membawa bendera ROC. Samir Nasri terancam sanksi tak boleh berkecimpung di dunia sepak bola selama empat tahun jika terbukti menggunakan doping. Ratusan atlet Rusia itu diperbolehkan tampil dengan mengunakan nama ROC atau singkatan dari Komite Olahraga Rusia.

“Tak hanya itu, kami juga kecewa CAS mengizinkan atlet Rusia bertanding dengan menggunakan warna bendera di seragam,” sambungnya. Liputan6.com, Jakarta Rusia bisa bernapas lega karena diizinkan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Padahal sebelumnya, karena kasus doping, Rusia sempat divonis tak bisa ikut event internasional. WADA menginvestigasi bahwa Rusia menyembunyikan ratusan kasus doping yang dilakoni atlet mereka. Sanksi tersebut muncul setelah adanya ketetapan dari Sidang Arbitrase Olahraga Dunia akibat intervensi Pemerintah Rusia atas pengujian doping yang dilakukan oleh Badan Anti-Doping Dunia .

Comments are closed.